Kereta Api Kelas 3 Thailand

Saya bingung kereta mana yang akan membawa kami ke Bangkok. Di tiket dengan jelas tertera nomor kereta. Tapi Kereta api dengan nomor 39 gak kunjung datang. Saya semakin deg-degan, setiap kereta yang lewat, saya tanyakan kepetugas sambil menunjukkan tiket saya. Petugas hanya menggeleng. Tiap ada kereta yang datang saya selalu bertanya, petugasnya sampai bete memandang saya.ย  Akhirnya, tibalah saatnya si petugas mengangguk. Saya lihat jam, kereta api hanya telat beberapa menit. Wah.

Saya naik dan mencari gerbong 8 seat 67. Sudah ada penumpang yang duduk disana. Sang ibu beranjak dan membiarkan saya duduk. Kereta mulai jalan. Ketika petugas memeriksa tiket, penumpang lainnya menceritakan bahwa nomor tempat duduk saya bentrok dengan nomor penumpang lain. Petugas mengomel dengan bahasa Thailand. Saya sudah jelaskan saya tidak mengerti bahasa Thailand. Entah kenapa dia berpikir saya orang thailand.

Terakhir dia berkata bahwa, ini bukan kereta yang seharusnya saya naikin! Saya hampir nangis dibuatnya! Dipemberhentian berikutnya, banyak penumpang yang turun, saya mencari bangku kosong karena gak enak sama penumpang sebelumnya yang malah berdiri. Dapatlah bangku kosong, dekat toilet pulak! Saya kenapa jadi kayak penumpang gelap gini.

Beberapa jam perjalanan saya rasanya mau menangis. Saya menggerutu dengan ketidaknyamanan yang saya rasakan. Padahal ini adalah pengalaman pertama saya naik kereta api. Bangku kereta kelas tiga ini sudutnya 90 derajat. Kaku. Jendelanya pun serba salah, ditutup panas, dibuka, angin yang masuk seperti badai. Belum lagi keadaanya super berisik. Bahkan ada tempat duduk yang overload, sampai anaknya atau bapaknya gantian duduk dilantai yang sudah mereka alas. Penjual gak ada habisnya berlalu lalang.

Saya terlihat seperti tidur, tapi mungkin dalam hati saya saat itu masih merasa kesal
Saya terlihat seperti tidur, tapi mungkin dalam hati saya saat itu masih merasa kesal

Di depan saya ada seorang bapak dan seorang pria yang seperti anaknya duduk. Kami seperti ingin ngobrol, tapi dia gak bisa bahasa inggris dan tetap menggunakan bahasa Thailand ngobrol sama saya. Dia yang sedari tadi melihat saya sibuk, mencoba melihat tiketnya dan tiket saya. Dari panjangnya perbincangan saya dan dia dengan bahasa tubuh, yang saya tangkap dia bilang kalau saya seharusnya bisa dapat train yang lebih bagus. Duh!

Kami kebanyakan ngobrol dengan bahasa tubuh
Kami kebanyakan ngobrol dengan bahasa tubuh! hehe Si bapak memang seperti menyeramkan ya, tapi dia ini baik kok

Tibalah seorang pria mabuk yang duduk didepan saya! Saya jadi makin takut, tapi si bapak hanya tersenyum melihat orang itu dan ke arah saya, seolah dia mengatakan ke saya, its oke. Pria mabuk itu berkali-kali jatuh kelantai dalam keadaan tidur! Bahkan, ketika sudah hampir sampai di Stasiun Hualmpong, pria mabuk itu jatuh ke keluar kereta api! Saya rasa dia tidur dipintu gerbong. Untung kereta api nya gak ngebut.

Si Pria mabuk!
Si Pria mabuk!

Tapi menjelang malam, saya mulai menikmati perjalanan. Saya melihat-lihat sekeliling. Saya coba tidur dengan berbagai macam posisi sampai akhirnya matahari terbit. Saya dan bapak masih sering mengobrol dalam bahasa tubuh. Beberapa kali kami terlibat saling tawar menawar makanan yang kami punya. Saya mulai sangat menikmati perjalanan saya. Karena sudah pagi, saya bisa lihat dengan jelas tempat-tempat yang dilewati kereta api. Mulai dari sawah, rumah-rumah pinggir rel kereta, stasiun yang kecil, yang unik, yang sepi.

Salah satu stasiun yang saya jumpai selama perjalanan menuju Hualampong
Salah satu stasiun yang saya jumpai selama perjalanan menuju Hualampong

Sang bapak turun duluan sebelum sampai di Hualampong, kami sempat saling melempar senyuman. Saya berharap dia dimudahkan rejekinya biar bisa naik kereta setidaknya kelas dua. Siang hari, hampir jam 12 saya tiba di Stasiun Hualampong! Selamat datang di Bangkok!

Advertisements

5 thoughts on “Kereta Api Kelas 3 Thailand

      1. Songhkla kah yang dimaksudkan? Saya hanya sempat mampir di hatyai ketika transit hendak ke bangkok mas. Kalau dibangkok mah aman mas, palingan cuma spam2 gitu aja…

        Like

      2. Oh songhkla itu diselatan ya, maksudku tadi kaya pattani trus phuket. Soalnya kata temenku kalo dari malay bisa pake bus lewatin perbatasan thai selatan jadi ngga harus pesawat.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s