Transit di Stasiun Hatyai

Kurang lebih jam 11 saya sampai di Hatyai. Dari sini saya harus berganti kendaraan lagi untuk bisa sampai ke Bangkok. Sebenarnya saya bisa langsung meneruskan perjalanan dengan menggunakan Van dari Alisan Golden. Namun, lagi-lagi pertimbangan biaya membuat saya lebih memilih untuk naik kereta api.

Dari pemberhentian bus Alisan, saya harus jalan lumayan jauh untuk mencapai Stasiun. Selama perjalanan, saya selalu bergantung pada peta. Ya walaupun Kudit juga akhirnya yang lebih ahli membaca peta. Sambil melihat-lihat Kota Hatyai saya sampai di Stasiun.

Stasiunnya gak begitu besar. Konter tiket langsung terlihat dari pertama saya menginjakkan kaki di dalam Stasiiun. Niat hati mau memesan sleepertrain biar bisa istirahat. Tapi ternyata penuh unutk keberangkatan sore ini. Penjaganya menawarkan tiket kelas tiga. Saya hanya harus membayar 339Baht atau sekitar 120ribua-an. Saya dan kudit sepakat mencoba.

Situasi di dalam Terminal Hatyai
Situasi di dalam Stasiun Hatyai. Tulisan di papan biru itu adalah jadwal-jadwal keberangkatan dan ketibaan Kereta
Tiket kereta api seharga 339baht
Tiket kereta api seharga 339baht

Sejak kemarin gak ada mandi, badan sudah gerah, saya mandi di toilet Stasiun. Memang disediakan tempat untuk khusus mandi. Lumayan bersih lah kalau menurut saya. Yang jelas gak berbau. Saya bayar 30baht untuk numpang mandi. Segar!!

Sambil menunggu jam keberangkatan kereta, saya mencari makan siang. Cuaca Hatyai lumayan panas, rasanya sama seperti panasnya Pekanbaru. Tapi gak terlalu menyengat. Sekitar stasiun malah lebih banyak orang yang berjualan emas dibandingkan makananan, jadi saya harus berjalan agak jauh, akhirnya saya menemukan pusat keramaian Hatyai. Ada beberapa Mal disana. Kami pilih salah satu Mal, Kalau yang saya baca di struk belanjanya, gedung ini merupakan Robinson Hadyai.

Saya makan KFC!Saya pesan, paket, dua ayam, satu kentang, dan satu Coke seharga 89baht. Ini menu untuk berdua loh ya, hehe. Sambalnya bewarna kuning dan cenderung manis. Untung saya membawa sambal ABC! Apapun makanannya sambalanya tetap ABC! Hahaha

Sambal kuningnya kurang cocok dilidah saya, untung selalu bawa sambal ABC! hehe
Sambal kuningnya kurang cocok dilidah saya, untung selalu bawa sambal ABC! hehe

Saya mengandalkan free water untuk bisa duduk lama disini, sambil mengatur kembali rencana perjalanan di Bangkok. Karena terlanjur bosan, saya putuskan untuk kembali saja ke Terminal. Saya tertarik melihat kereta api yang berlalu lalang, sementara Kudit lebih memilih selonjoran untuk istirahat di dalam terminal. Ini akan jadi pengalaman pertama saya untuk naik kereta api! Saya begitu antusias!

 

Stasiun bagian liar, tempat nungguin kereta api
Stasiun bagian luar, tempat nungguin kereta api
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s