Melaca dimata saya, ‘Romantis’

Melacca ada tujuan saya waktu itu dengan alasan, bahwa saya belum pernah kesana sebelumnya.
Ketika pagi sampai diterminal Melaka, suasananya sepi. Saya langsung gak meletakkan ekspektasi yang begitu tinggi.

Review yang saya baca, Melacca punya daya tarik wisata sejarah. Sementara saya kurang tertarik dengan hal ini.
Saya langsung menuju kawasan Stadthyus. Loh, ini kok seperti kota di eropa yang saya lihat di majalah?

Senyum saya langsung mengembang ketika tiba di Stadthyus. Jalanananya bukan aspal, tapi paving block. Di tengahnya banyak bunga warna warni yang saya gak bisa deskripsikan itu bunga apa. Dipinggir jalan ada trotoar luas yang berbatasan langsung dengan sungai.

image

image

Saya menginap di Discovery Guest House. Kamarnya nyaman, Ac. Disini lah pertemuan saya dengan Peng. Saya membayar 17rm (saat itu kurs 3500) untuk satu malam sudah termasuk free breakfast.

Penginapan ini gak jauh dari kawasan Stadthyus. Disekitarnya juga banyak penginapan murah lainnya. Saya saja hanya berjalan kaki menikmati Melacca.

image

image

image

Cuaca pada saat itu, bulan februari gak panas, gak juga dingin banget. Sore-sore waktu saya jalan di pinggir sungai, kicauan burung nemenin langkah saya.

Satu kata yang mewakili Melacca di mata saya, Romantis!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s