Transportasi Selama Di Bangkok

Jadi jalan-jalan kemaren ini, saya menyempatkan diri buat kunjungin Bangkok (lagi). Temen-temen saya yang lain kebetulan belum pernah kesana, jadi sekalian menemani mereka. Alasan sebenarnya sih, saya butuh liburan, budget yang tersedia seadanya, yasudah, nggak nolak buat ke Bangkok lagi. Murah meriah.

Seminggu saya habiskan jalan-jalan di Bangkok dan pulang lewat darat mampir dulu ke Penang. Alasannya adalah sleepertrain yang sejak tahun lalu buat saya penasaran. Seminggu itu banyak banget model transportasi yang kita pakai. Kalau dipikir-pikir seru juga.

  1. Pesawat

Perjalanan menggunakan pesawat adalah perjalanan dari Pekanbaru menuju Kuala Lumpur (350k untuk tiket return) nunggu sekitar empat jam saya berangkat lagi ke Don Mueng pakai Pesawat (belinya borongan waktu itu, 5 tiket kenanya 450RM sebelum tax kartu kredit dengan kurs 3560rupiah).

  1. Bus

Rata-rata sih perjalanan dengan bus adalah perjalan dari tempat wisata ke tempat wisata lainnya, jadi cuma dalam kota aja. Beberapa kali saya naik bus gratis yang tanda stikernya warna biru pakai bahasa thailand yang saya juga gak ngerti itu artinya apa. Hehe. Ongkosnya dari Khaosand ke National Stadium adalah 6,5baht kalau bayar bertiga kenanya Cuma 20 baht (kurs 405 rupiah).

bus berlantai papan
bus berlantai papan
SAMSUNG CAMERA PICTURES
Penampakan bus nomer 15 yang selalu jadi andalan kita menuju Khaosan Road hehe

Satu-satunya bus antar kota adalah dari Butterwoth menuju Kuala Lumpur, berangkat jam 12 malam (35RM) tapi busnya beda sama bus yang ditiket awal. Nanti dikasih tiket baru lagi. Kenapa ya? udah dua kali sih kaya gitu.

  1. Tuk-tuk

Meskipun ini kali kedua saya liburan ke Thailand, ini baru pengalaman pertama saya naik Tuk-tuk! Tuk-tuk sendiri adalah kendaraan khas Thailand, bentuk nya kayak bemo lah kurang lebih karena beroda tiga. Tapi lebih luas. Bahkan pengalaman pertama saya, satu Tuk-tuk dinaikin buat berlima! Ongkos dari Monumen Nasional menuju Stasiun Hualampong 100baht. Itupun dibagi 5! Lebih hemat naik bus sih sebenarnya, tapi ya takut lama, takut ketinggalan kereta menuju Penang.  Lumayan. Nah kalau naik Tuk-tuk mesti jago nawar, untung temen traveling saya kali ini jago banget nawarnya! Penginapan pun dapet murah karena beliau ini 🙂

Backpack kami yang gede-gede aja bisa dimuat semua
Backpack kami yang gede-gede aja bisa dimuat semua
Yang kecil badannya cuma saya lo. Anyway yang jilbab dongker itu tuh kakak cantik yang jago nawar!
Yang kecil badannya cuma saya lo. Anyway yang jilbab dongker itu tuh kakak cantik yang jago nawar!
  1. Kereta (Sleepertrain)

Ini juga adalah pengalaman pertama saya setelah berkali-kali gagal! Iya, pertama kali mau ke bangkok sudah niat mau kesana naik sleeper train. Tapi masih pemula, masih belum tahu banyak, saya beli on the spot di KL Sentral untuk malam itu juga. Sudah habis untuk malam ini. Sementara saya yang waktunya sudah diatur harus berangkat malam ini juga. Akhirnya naik bus. Rencananya naik sleeper train dari Bangkok setelah penerbangan yang saya beli harus ditukar jadwalnya, dan jadwalnya gak sesuai sama jadwal penerbangan saya dari Kuala lumpur ke Pekanbaru. Pengalaman mengajarkan saya untuk beli sehari sebelumnya.  Ternyata malah habis untuk lima hari kedepan! Mungkin karena masih suasana songkran. Disini saya kepengen banget punya kartu kredit biar bisa beli online! Dan, tiket kali ini saya beli 5 hari sebelum hari keberangkatan, saya beli tiket sleeper  train dari Bangkok menuju Penang langsung di Stasiun Hualampong.. yang up seat, 1120baht, yang under seat 1210baht. (Karena seru banget, detailnya akan ada di post lain secara lengkap, hehe)

SAMSUNG CAMERA PICTURES
Ini tampak dalam kereta sebelum berubah jadi tempat tidur
Trainnya lagi 'mangkal' di perbatasan
Trainnya lagi ‘mangkal’ di perbatasan
  1. Ferry

Free dari Pulau pinang menuju butterworth, seharga 1,5RM menuju araha sebaliknya. Sekarang sudah otomatis ya pemyaran tiketnya, tinggal masukin uang koin. Saya sempet kaget. Hehe

View dari desk penumpang pejalan kaki
View dari desk penumpang pejalan kaki
  1. Boat/Kapal

Perjalanan menggunakan kapal ini adalah perjalanan menuju Asiatique river front. Antriannya cukup panjang karena memang yang saya naikin adalah kapal gratis yang disediakan asiatique. Interval kapalnya setiap 15 menit sekali. Saya lupa timing sih waktu itu beneran tepat waktu apa gaknya. Sekali angkut bisa 100 orang yang ikut naik.

SAMSUNG CAMERA PICTURES
Antriannya lumayan menguras waktu
Situasi di dalam boat
Situasi di dalam boat
pleasant view. Go it for free :)
pleasant view. Go it for free 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s