(Dari Pekanbaru) Naik apa ke Bangkok?

Saya gak kepikiran untuk menuliskan ini sebelumnya, tapi belakangan ada beberapa teman yang masih menanyakan bagaimana caranya ke Bangkok. Saya yakin kebanyakan dari mereka bukan nya gak tahu bagaimana bisa sampai kesana, tapi lebih mencari berbagai macam pertimbangan dan referensi melalui orang-orang yang sudah lebih dulu kesana. Saya juga seperti itu sebelumnya, hehe

Well, hal ini muncul karena memang gak ada direct flight menuju Bangkok. Ada alternatif terdekat menurut saya untuk bisa ke Bangkok. Pertama, Via Medan yang memang merupakan tetangganya Pekanbaru. Kedua, Via Kuala Lumpur yang tiket return flight-nya lebih murah. Ketiga, Via Jakarta, karena sepertinya semua flight di Indonesia pusatnya dari Bandara Soetta. Saya pilih alternatif ke dua, Via Kuala Lumpur, karena return flight-nya lebih murah dari Pekanbaru. Saya pernah dapat tiket AirAsia seharga 200,000 untuk penerbangan pergi-pulang.

Setelah sampai di LCCT (sekarang sudah di KLIA2) saya menuju Terminal Pudu Raya dan naik ke lantai 3 untuk beli tiket Bus yang berangkat malam itu juga. Banyak sekali yang menawarkan bus kepada saya waktu itu. Saya sabar aja berusaha cuek dan mendatangi tiap kios-kios untuk melirik tawaran harga masing-masing agen Bus. Karena keberangkatan saya tepat dengan Perayaan Songkran di Thailand, rata-rata tiket sudah SOLDOUT. Kebanyakan Agen bus sudah menaikkan harga, dari yang sebelumnya saya survey harga tiket hanya sekitar 48 RM-64 RM. Supaya gak merusak jadwal itinerary yang sudah di rencanakan, saya harus berangkat malam itu juga, Akhirnya saya berangkat dengan Bus Alisan Golden Coach Express dengan harga tiket 85 RM/ person. Langsung habis persediaan Ringgit yang saya bawa.

(source; google)
(source; google)

Kenyamanan bus Alisan ini berhasil memudarkan setidaknya sedikit kekesalan saya sama harga tiket yang mahal, hehe. Kursinya sangat luas untuk ukuran saya yang mini ini. Bahkan bantalan betis yang tersedia rasanya sudah meng-cover hampir seluruh kaki saya. Masadit yang kakinya suka nyangkut dikursi penumpang yang di depannya, dengan bus ini bisa selonjorin kaki nya yang jenjang itu. Ada pijakan kaki. FREE WIFI. ADA COLOKAN UNTUK CAS HP. sengaja saya capslock karena ini nolong banget buat update location di Path ( :p )  selebihnya saya kebanyakan tidur selama perjalanan di Bus.

Nyaman :)
Nyaman 🙂
Penampakan jelasnya seperti ini, cuma kalau kursi saya, cas nya ada ditengah (source: google)
Penampakan jelasnya seperti ini, cuma kalau kursi saya, cas nya ada ditengah (source: google)

Sampai di Hatyai sekitar jam 11.00 waktu setempat, saya di turunkan di Agen Bus Alisan ini. saya kira akan turun di Terminal Bus gitu. Saya duduk dulu di Kantor Agen Bus Alisan, pinjem wifi Kantornya yang Free untuk googling peta menuju Stasiun Hatyai. Sambil menikmati sekeliling, saya dan masadit memilih jalan menuju Stasiun (padahal mau hemat). Untuk yang gak mau repot, bisa melanjutkan perjalanan menuju Bangkok dengan Travel yang disediakan Agen Alisan. Cuma harganya gak sesuai dengan budget saya hehe. Bus Alisan gak ada yang beroperasi di Area Thailand, hanya sampai di Hatyai saja.

Awalnya saya mau yang sleeper train, tapi ternyata sudah sold out. Yang available cuma kelas II dan kelas III. Saya pilih kelas III dengan harganya yang sangat murah menurut saya, 339 baht sekitar 135,600 rupiah untuk perjalanan kurang lebih 18 jam. Karena budget bus dari Kuala Lumpur sudah over budget, ada baiknya saya menurunkan standar kelas kereta. Kereta berangkat pukul 18.10 dan hari masih siang, jadi lah kami keliling sekitaran stasiun buat cari makan dan menghabiskan sisa waktu selonjoran di lantai terminal.

Pesan saya, kalau punya budget lebih, minimal ambil kelas II saja seat kereta nya (Hatyai-Kuala Lumpur saya naik kereta kelas II). Bangku kaku dengan sudut 90 derajat dan hiruk pikuk bising nya penumpang lain di gerbong ini cukup untuk buat saya mengelus dada, menyesali keputusan saya waktu itu.

saya gak benar-benar tidur, berusaha memejamkan mata.
saya gak benar-benar tidur, berusaha memejamkan mata.

Saya akhirnya bisa menikmati perjalanan ini setalah pagi harinya saya terlibat percakapan seru dengan penumpang di depan saya. Seru, karena saya dengan  bahasa inggris yang masih terbatas, si bapak dengan bahasa thailand nya berhasil membuat kami cekikikan. seolah-olah kami berdua tau arah pembicaraan ini kemana. Rata-rata penumpang kelas III adalah warga lokal, ada juga tingkah aneh si om mabuk yang jatuh berkali-kali dari kursinya, dan endingnya sesaat sebelum sampai di stasiun Hualampong, stasiun terakhir saya dan masadit, si om jatuh keluar kereta! hahaha saya gak sekeji itu kok ketawa, tapi memang karena kereta kebetulan sedang melambat, dan saya lihat si om berhasil berdiri setelah mendarat di bebatuan jalur rel kereta. Iya bonusnya, banyak hal seru yang saya dapatkan di gerbong ini.

Selamat datang di Hualampong!

Selamat datang di Bangkok!

Selamat datang Songkran!

Jadi rute saya adalah berangkat Pagi dari Pekanbaru menuju Kuala Lumpur. Malam nya langsung berangkat menuju perbatasan, Hatyai dan tiba siang sekitar pukul 11.00. Sorenya berangkat menuju Bangkok dan tiba di Hualampong pukul 12.00!! Senin di jalan, selasa di jalan, Rabu sampai ~

*sambil nulis ini saya jadi rindu semua file foto saya yang ada di hardisk external saya yang sudah tinggal kenangan. Rusak. Mati total. no backup file. sedih.

Advertisements

5 thoughts on “(Dari Pekanbaru) Naik apa ke Bangkok?

  1. Hai-hai… Salam kenal ya… Baru pertama mampir, udah disuguhkan jalan2 ke bangkok lagi. Hadeh…. Jadi pengen.

    Berdasarkan pengalaman keluarga di Malaysia, memang ke bangkok lebih murah dari Malaysia. Lagian kalo kitakn di Pekanbaru, kalo guenya asli Bengkalis, ke Malaysia cuman 2 jam nyampe malaka. Hehehe.

    Makasih buat cerita perjalananya, kalo pengen ke sana, bolehlah baca blog ini lagi.

    Ow, ya. Dirimu tinggal di mana skrg? Kapan-kapan bisa kali, kopdar gitu.

    Liked by 1 person

    1. hehe iya saya lagi rindu jalan-jalan, jadi in the mood of nulisin cerita jalan-jalan. Enak banget ya, deket kalau mau short gateway. Saya domisili Pekanbaru kaheru, Alammayang sekitarnya. haha Boleh, sekalian silaturahmi gitu kan ya sama suhu-suhu blogger di Pekanbaru..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s