[ REVIEW ] The Sriwijaya Hotel Padang

Saya sudah kepincut sama The Sriwijaya Hotel, karena lokasinya memang sangat dekat dengan kampus Universitas Ekasakti. Sebenarnya saya sudah booking via Pegi-pegi.com sehari sebelum keberangkatan saya, karena waktu itu web ini yang menawarkan harga termurah IDR 325,650 untuk kamar superior include breakfast. Ternyata batas waktu pembayaran cuma satu jam, sementara masadit masih kerja. Saya tenang aja, karena saya pikir nanti bisa booking ulang. Malamnya saya coba booking lagi. The Sriwijaya Hotel sudah Sold out semua kamarnya! saya cek lagi semua situs booking, sama saja hasilnya.  Adapun Hotel lain yang tersedia, kalau dilihat dari Peta gak benar-benar ada di Jalan Veteran.

Keputusannya adalah Go Show! Padahal mau nya setelah Roadtrip Pekanbaru-Padang naik motor langsung menuju kamar, tapi apalah daya, saya dan masadit harus meluangkan waktu lagi untuk mencari hotel. Sabtu siang, 24 September 2016 Setibanya di Jalan Veteran, yang saya cari langsung The Sriwijaya Hotel. Ternyata masih ada kamar kosong, dan rate harga yang tertera justru lebih murah IDR 650 dari web termurah yang sudah saya cek.

Waktu pertama kali sampai, lobi hotel terlihat sangat homey. Dari pintu masuk saya langsung bertemu dengan meja resepsionis. Saya cek kamar, lokasinya ada di lantai tiga, masih ada beberapa kamar yang sedang di bersihkan. Awalnya yang saya lihat adalah kamar dengan twin bed. Saya dan masadit sepakat untuk menginap semalam. Saya kembali ke meja resespisonis dan request kamar dengan double bed. Gak butuh waktu lama resepsionis langsung memproses administrasi dan mengantarkan saya menuju kamar nomor 30. Buat yang suami istri jangan lupa bawa buku nikahnya ya, karena ini dibutuhkan untuk menginap disini hehe.

img-20160928-wa0002
Jendela yang mengarah ke jalan adalah jendela kamar saya 🙂
img-20160918-wa0002
Lobby Hotel
img-20160927-wa0005
Meja Resepsionis

Kamar yang available waktu itu hanya yang ada di lantai tiga. Kalau dilihat dari pricelist, Kamar superior di lantai tiga dan di lantai dua ada selisih harga. Lebih murah kamar yang ada di lantai tiga. Saya tentu senang karena dapet kamar termurah. Tapi awalnya saya heran kenapa justru superior di lantai tiga masih available, padahal harganya termasuk lebih murah. Mungkin jawabannya ada pada kondisi The Sriwijaya Hotel yang gak ada lift. Tapi buat saya sih gak masalah kalau masih di lantai tiga.

Pricelist
Pricelist

Kamar saya ada di pojokan dengan view  jalan Veteran. Karena tipe kamar di The Sriwijaya Hotel punya jendela lagi di sebelah pintu, kamar di pojokan lebih enak, gak akan terganggu sama orang-orang yang lewat. Soalnya saya tiap lewat kamar yang deket tangga, pasti terlirik (ter-li-rik lho ya, hehe) jendelannya dan samar-samar terlihat kamarnya.

Ukuran kamar termasuk kecil kalau menurut saya. Kamar bersih, AC-nya dingin. Colokan ada banyak, satu di dekat TV, satunya lagi ada di sebelah tempat tidur. Itu juga sudah disediain colokan cabang tiga, gak perlu berebut colokan buat nge-charge. Masadit sempat nyobain wifi-nya, tapi sepertinya gak sampai ke lantai tiga. Karena saya dan masadit cuma semalam dan bukan dalam rangka liburan. Saya dan masadit lebih banyak menghabiskan waktu diluar kamar, jadi gak kepikiran buat nanyain kenapa. soalnya kalau dari review di situs booking, belum ada komplain mengenai wifi.

img-20160927-wa0006
Kamar tampak dari pintu masuk
img-20160927-wa0034
Tersedia Alquran dan Sajadah di dalam Lemari

img-20160927-wa0036

Toilet dengan shower, pengatur suhu air berfungsi. Sabun dan shampo sudah tersedia banyak. Sikat gigi dan pasta gigi hanya tersedia satu, walaupun tetap gak kepakai karena sudah bawa sendiri. Handuk juga disediakan.

Bagian Toilet dan washtafel nya agak sempit
Bagian WC dan wastafel nya agak sempit karena terhalang pintu, mungkin akan lebih terasa luas kalau pakai pintu geser ya..
Saya bingung membedakan mana yang shampo mana yang sabun, gak ada petunjuknya huhu
Saya bingung membedakan mana yang shampo mana yang sabun, gak ada petunjuknya huhu

Pelayanan room service cepat dan ramah menurut saya. Saya malamnya perlu setrika, jadi saya telepon room service, awalnya mereka bilang kalau The Sriwijaya ini gak menyediakan Setrikaan, tapi kalau memang perlu, akan coba dicarikan. Dan gak beberapa lama setrika nya langsung dianterin ke kamar.

Pagi hari saya dan masdit menikmati buffet sarapan dengan konsep outdoor lengkap dengan taman minimalis. Sayang dining table yang tersedia sedikit banget. Untung saya dan masadit turun sarapan pagi banget, pukul 06.25 wib, padahal di jadwal baru bisa sarapan pukun 06.30 wib, jadi masih belum ada orang hehe. Menu yang tersedia  adalah Tea, coffee, Bread Toast dengan selai meses dan strawberry, Bubur sagu mutiara dan Lontong sayur dengan dua pilihan kuah, ada kuah nangka dan kuah gulai putih buncis, ini favorit saya! Perut saya kurang mempan kalau cuma dikasih sarapan yang manis-manis.  Gak banyak pilihan memang, tapi sarapannya enaaaaak banget. Saya gak sempat foto karena terlalu asyik makan dan langsung mengantar masadit ke Universitas Ekasakti, huhu.

The Sriwijaya Hotel    |    Alamat: Jl. Veteran No. 26,  Padang    |     Telepon : (0751) 21942

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s