Keguguran dan Masa Kehamilan (lagi)

Saya cek lagi, terakhir saya obrak-abrik blog ini bulan oktober 2016. Sementara sekarang udah April 2017.

Bulan oktober adalah bulan di mana test pack saya menunjukkan dua garis merah. Jadi sejak oktober sampai sekarang, saya daerah jajahannya cuma rumah, jadi gak banyak yang bisa saya tulis di sini. Saya terlambat seminggu dari jadwal biasanya saya haid. Otomatis ini jadi kabar gembira buat saya dan keluarga, orangtuapun setelah saya tunjukkan hasil yang positif sudah mulai mewanti-wanti apa yang boleh dan apa yang tidak boleh.

Saya gak langsung cek ke dokter, niat saya setelah masuk usia dua bulan baru akan USG. Jadilah saya menjalani masa kehamilan saya berdasarkan titah orangtua dan hasil bacaan di google. Saya gak mengalami morningsicness seperti kebanyakan ibu hamil alami, saya bersyukur karena saya kira saya termasuk ke dalam ibu yang beruntung hamil tapi tidak direpotkan dengan mual dan muntah. Saya hanya merasakan badan saya agak gampang letih dan terkadang malam hari saya agak mual, tapi gak sampai muntah.

Akhir November saya USG, belum ada tanda detak jantung bayi yang terdengar. Jadi saya diberi obat oleh dokter, salah satunya adalah obat penguat janin (hasil saya googling) dan disuruh kembali lagi untuk cek 2 minggu kemudian. Seminggu sebelum jadwal seharusnya saya kontrol lagi, pagi harinya saat hendak buang air kecil, saya melihat bercak darah pada pakaian dalam saya. Saya langsung googling, dan katanya wajar selama masih sedikit, meskipun dalam hati juga ketar-ketir. Perut saya mulai sakit, seperti sakit saat haid, dengan level melilit lebih kuat. Saya putuskan untuk ke Klinik dekat rumah dan diputuskan untuk di rawat. Saya sudah diberi obat pereda sakit, tapi sakit di perut saya rasa tidak ada kurangnya. Setelah menahan sakit hingga sore hari, keluarlah sebongkah daging yang beriringan dengan leganya sakit perut saya. Harusnya saya merasa sedih, karena janin yang seharusnya berkembang jadi bayi saya harus keluar sebelum waktunya, tapi dilubuk hati saya ada  rasa lega lepas dari sakit yang berkepanjangan seharian ini. Saya yakin, akan ada masanya saya dipercaya untuk punya bayi lagi.

Saya harus bedrest hampir sebulan. Apa-apa serba dilarang, karena orangtua saya takut saya pendarahan. Padahal kata dokter, justru saya harus mulai beraktifitas, bisa membantu untuk proses pembersihan sisa janin yang di dalam. Setelah rutin cek selama dua minggu, rahim saya dinyatakan bersih dan gak perlu tindakan kuret. Dokter juga bilang gak ada masalah jika saya langsung program hamil lagi.

Dua bulan sejak keguguran, Saya merasakan badan saya lemas dan gampang capek. Saya jadi lebih banyak berbaring. Alhamdulillah ternyata saya positif hamil. Saat cek ke dokter usia kandungan sudah masuk 7-8 weeks dan sudah terlihat detak jantungnya, jauh beda ya suasananya saat hamil pertama dulu. Bentuk Janinnya pun sudah terlihat seperti bayi saat di zoom oleh Dokter.

Disinilah drama kehamilan dimulai, hehe. Saya jadi malas melakukan pekerjaan apapun, hidung saya juga lebih sensitif terhadap wewangian. Saya gak menduga akan seperti ini, karena dikehamilan pertama saya gak ada mual dan muntah, saya pede aja kalau hal yang sama akan terjadi. Hasilnya jauh beda, saya mulai merasakan mual-mual, hal ini membuat tubuh saya gak nyaman mau ngapain aja. Saya mulai malas minum air putih, karena kadang air putih membuat saya merasa jadi pemicu muntahnya akan keluar. Muntah gak bisa dihindari, saya gak tiap hari muntah, namun jika sudah muntah dalam sehari bisa 2 hingga 4 kali saat paling parah.

Membayangkan makananpun membuat saya mual. Bahkan saya sempat menghindari buka instagram untuk menghindari postingan makanan di feed home instagram saya, hehe. Saya sudah rindu masa membayangkan makanan saja bisa membuat saya menelan ludah karena ngiler! Kondisi ini jadi penyebab gagalnya rencana saya dan masadit untuk staycation dalam rangka merayakan satu tahun pernikahan kami, padahal sudah jauh hari mengajukan libur.

welcoming me and masadit’s new journey!

Saat ini, usia kandungan kira-kira sudah 14-15 weeks. Mual dan muntah sudah mulai berkurang. Saya juga sudah bisa masuk dapur, padahal sebelumnya, saya gak nyaman sama bau dapur saya. Saya juga sudah mulai banyak melakukan aktifitas rumah tangga, gak cuma terbaring di kamar sembari menahan rasa mual yang suka mempermainkan saya. hehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s