Nangis diajak Ke Puncak Lawang

Berbeda dengan cerita lebaran saya tahun lalu, tahun ini saya dan masadit bisa ikut mudik ke Bukittinggi. Meskipun baru bisa berangkat malam di hari kedua lebaran sepulang masadit kerja. Hari pertama, saya dan masadit berkumpul dengan keluarga. Besoknya, siang hari saya sudah free. Setelah silaturahim kerumah sanak saudara, masadit berencana untuk berkunjung ke Puncak Lawang. Cuaca yang dingin membuat saya dan masadit istirahat sebentar dan sore harinya baru berangkat ke Puncak Lawang. Demi tidak terjebak macetnya jalanan saat libur lebaran, saya dan masadit memilih naik sepeda motor, meskipun dengan resiko akan kehujanan karena memang beberapa hari saya di sana hujan terus saat malam sore hari.

Setelah tanya-tanya sepupu, dipilihlah jalan lewat Ngalau Indah yang kedepannya dipandu sama Waze dan tanya warga sana sini. Jelas saja, Macet! Karena kondisi jalan yang kecil, bahkan sepeda motor pun harus ikut terhenti saat macet.

 

motor ataupun mobil ikut ngeramein jalanan
Saat mood masih baik ^^

Terlepas dari macet, saya kira akan langsung sampai, nyatanya sampai pukul 18.00 wib saya belum sampai di Puncak Lawang, sementara awan hitam sudah mulai berkumpul, Kabut juga udah menutup sebagian besar jalan yang saya lewati.Saya sudah mulai kesal, karena hampir dua jam perjalanan, rasanya semua sia-sia. Saya sudah mulai gak nyaman duduk di sepeda motor.

Saat saya kira Puncak Lawang sudah dekat

Akhirnya karena kabut sudah semakin pekat dan hari sudah semakin gelap, masadit dengan legowo memutar balik. Setibanya lagi di Kota Matur, selesai magrib, hujan pun mulai turun! Hari yang sudah malam dan kondisi hujan membuat mood saya benar-benar down. Belum lagi membayangkan melewati jalan pulang yang gelap. Karena hujan, saya gak bisa buka Waze, dan karena gelap, tentu saja ancer-ancer jalanan sudah mulai tampak berubah. Akhirnya saya dan masadit hanya mengikuti rombongan mobil dan motor yang ada di depan.

Banyak sepeda motor yang berteduh karena hujan semakin lebat. Tapi karena mnghitung estimasi perjalan pergi yang hampir dua jam, saya dan masadit tetap melanjutkan perjalanan karena takut kemalaman. Saya hafal betul belokan yang kami lalui saat akan menuju Matur – Puncak Lawang, tapi gak ada satupun kendaraan yang lewat sana, karena memang kondisinya sangat gelap, hanya ada petunjuk jalan yang dipasang bertuliskan Bukittinggi. Setelah melewati belokan itu saya minta masadit untuk bertanya ke warga setempat yang kami temui. Ternyata jalan yang kami lewati sudah benar, kalau dari yang saya baca, ini merupakan jalur Maninjau – Bukittinggi. Saat saya tanya berapa jam lagi menuju Bukittinggi, warga setempat yang terlihat masih muda menjawab dua jam lagi baru akan tiba di Padang Luar. FYI saja, Padang luar itu adalah patokan saya dan masadit untuk bisa pulang. Terbayang oleh saya, setelah perjalanan panjang tadi, saya masih harus hujan-hujanan selama dua jam lagi untuk mencapai Padang Luar? Dsini tangis saya mulai keluar. Jam sudah hampir menunjukkan pukul delapan malam. Mau jam berapa lagi saya sampai dirumah. Saya mulai ngomel sendiri dalam isak tangis. Aduh.

Masadit merasa berasalah kebanyakan diam aja, sesekali masadit coba menenangkan saya. Bahkan sempat melontarkan lelucon! Dan akhirnya tanpa diduga saya sampai di jalanan yang saya kenal, dan itu gak sampai dua jam, masadit teriak “Neng! udah di Padang Luar!” Saya yang udah tenang malah nangis lagi karena senang! haha. Disambut macetnya Padang Luar, saya dan masadit melewati perjalanan pulang dengan mood yang berbeda. Sama-sama menertawakan tingkah laku masing-masing selama perjalanan.

“Kalau mau ke Puncak lawang mestinya jangan sore ya neng, kalau tadi kita berangkat siang, pasti masih sempat  foto di Puncak lawang,” ujar si bapak yang tidur siangnya kelamaan dan membuat kami kesorean.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s